INDOKAYA | KEPAHIANG – Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang terus bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan sebanyak delapan orang, hingga Kamis (4/6/2026), jumlah korban tercatat mencapai 15 orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah delapan korban lebih dahulu mendapatkan penanganan medis, tujuh orang lainnya menyusul mengalami keluhan serupa dan harus menjalani pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.
Dari total 15 korban tersebut, sebanyak 12 orang saat ini menjalani perawatan dan observasi di Puskesmas Kelobak. Sementara tiga korban lainnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pasar Kepahiang.
Sebelumnya, tujuh murid Sekolah Dasar (SD) bersama seorang penjaga sekolah dilarikan ke Puskesmas Kelobak setelah mengalami gangguan kesehatan beberapa saat usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Para korban dilaporkan mengalami gejala yang hampir sama, mulai dari sakit perut, mual, pusing, sakit kepala hingga muntah-muntah. Kondisi tersebut membuat para korban harus segera mendapatkan penanganan medis guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para korban masih dalam penyelidikan. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi dalam program MBG.
Petugas kesehatan masih terus melakukan observasi terhadap seluruh korban untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil. Selain itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut juga berpotensi dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui sumber pasti masalah.
Bertambahnya jumlah korban menjadikan kasus ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Pasalnya, seluruh korban mengalami gejala yang hampir sama dalam waktu yang berdekatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Sementara itu, pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait masih melakukan penelusuran dan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Perkembangan hasil pemeriksaan dan kondisi para korban masih terus dipantau.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program MBG terkait dugaan keracunan yang menyebabkan belasan orang harus mendapatkan perawatan medis.



