INDOKAYA.COM | KEPAHIANG – Aroma dugaan penyimpangan anggaran di tubuh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepahiang semakin menyengat. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu melakukan penggeledahan besar-besaran untuk menelusuri dugaan korupsi pada delapan titik kegiatan rutin tahun anggaran 2023.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penggeledahan yang berlangsung sejak pagi hari itu menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum telah mengantongi indikasi awal adanya tindak pidana korupsi yang tidak bisa dianggap sepele. Hingga siang hari, terlihat beberapa boks berisi dokumen penting diangkut dari kantor Disparpora Kepahiang guna kepentingan pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak delapan orang penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan dua unit mobil. Tanpa berlama-lama, penyidik langsung bergerak cepat menyisir sejumlah titik yang dianggap krusial.

Penyidik membagi tim untuk melakukan pemeriksaan di beberapa area, di antaranya ruang kerja Kepala Dinas, sejumlah ruangan administrasi, serta area parkir kantor Disparpora. Proses penggeledahan berlangsung kondusif dan tertib, namun tetap mendapat perhatian serius dari sejumlah pegawai dan pihak terkait.

Menariknya, penggeledahan kali ini tidak hanya menyasar dokumen administrasi. Penyidik juga terlihat membawa alat ukur untuk memeriksa fisik bangunan Gasebo parkiran yang berada di sisi kantor Disparpora. Bangunan tersebut diketahui merupakan bagian dari proyek pembangunan tahun anggaran 2023.

Langkah penyidik melakukan pengukuran fisik bangunan menguatkan dugaan adanya ketidaksesuaian volume pekerjaan atau spesifikasi bangunan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja. Pemeriksaan ini diduga berkaitan langsung dengan delapan titik kegiatan rutin yang kini tengah diusut secara intensif oleh aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait besaran potensi kerugian negara maupun penetapan tersangka dalam perkara ini. Namun, penggeledahan yang menyentuh hingga pemeriksaan fisik bangunan menunjukkan keseriusan penyidik dalam memperkuat alat bukti.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat sektor kepemudaan, olahraga, dan pariwisata seharusnya menjadi etalase pembangunan daerah, bukan justru terseret dalam pusaran dugaan praktik korupsi.

Print