INDOKAYA.COM, KEPAHIANG – Seorang wanita bernama Gita Fitri Ramadhani (25) dilaporkan tewas di kebun yang berlokasi di Desa Talang Sawah Kecamatan Bermani Ilir, Kepahiang ( Provinsi Bengkulu) pada Rabu (04/02/2026) malam. Kematian korban disebut – sebut akibat dari tersengat aliran listrik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kabar kematian Gita yang tercatat sebagai warga Desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu tersebut sontak mengheboh warga setempat atau sekitarnya.

Terlebih lagi, setelah warga mendapatkan informasi tentang keluarga korban yang menilai adanya kejanggalan dan melaporkan kematian itu ke pihak kepolisian.

Keterangan dari pihak korban sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, diantaranya karena hilangnya hendphone dan dompet korban, sedangkan perhiasan emas serta mobil yang utuh di lokasi kejadian.

Selain itu pada jenazah, keluarga menemukan bekas luka yang menyerupai bekas jepitan pada bagian kaki. Luka ini dianggap janggal karena tidak memiliki karakteristik luka bakar akibat arus listrik seperti yang ditemukan pada tangan korban.

Kepala Desa (Kades) Batu Bandung, Iwan mengungkapkan jika dirinya merupakan kakak sepupu almarhumah, dan menjelaskan korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar lokasi dan langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor Bermani Ilir.

Selanjutnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit umum Daerah Kepahiang untuk dilakukan visum. Hasil dari visum, korban meninggal karena tersengat aliran listrik.

“Untuk laporan sementara ini keluarga kami meninggal karena tersengat aliran listrik,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Polres, Kamis (05/02) dini hari.

“Keluarga masih merasa ada kejanggalan, kecurigaan didasari oleh waktu penemuan jenazah pada malam hari serta adanya luka bekas jepitan di bagian kaki yang dianggap tidak wajar,” terang Iwan.

Diceritakan awal terjadinya hingga Gita dikabar tewas tersengat listrik. Disebutkan Iwan, bahwa Gita sempat bertolak ke Kabupaten Rejang Lebong untuk mengantarkan neneknya menghadiri peringatan malam ketiga wafatnya salah seorang kerabat.

Usai itu, korban diminta segera kembali ke rumah untuk menjemput orang tuanya agar bisa berangkat bersama pada Kamis pagi. Tetapi, tiba – tiba Gita tidak dapat dihubungi dan tak kunjung tiba di kediaman.(IKC)

 

Print