Kabupaten Kepahiang di Provinsi Bengkulu menyimpan beragam harta karun wisata yang patut dieksplorasi. Mulai dari panorama alam yang memukau, hingga udara pegunungan yang menyegarkan.
Jika Anda berencana menjelajahi pusat kota Kepahiang dan sekitarnya, setidaknya ada empat tujuan wisata utama yang sangat direkomendasikan untuk kunjungan singkat selama dua hingga tiga hari.
1. Kebun Teh Kabawetan (Termasuk Kepahiang Mountain Valley)
Petualangan Anda dapat dimulai dari hamparan hijau Kebun Teh Kabawetan, khususnya lokasi ikonik Kepahiang Mountain Valley. Dari pusat kota, Anda bisa mengikuti petunjuk arah ke Kecamatan Kabawetan, wilayah dataran tinggi Kepahiang yang terkenal paling sejuk.
Begitu tiba di area seperti Simpang Beringin, mata Anda akan langsung dimanjakan oleh lautan hijau perkebunan teh yang luas, diiringi hembusan udara yang sangat sejuk.
Di sepanjang tepi kebun teh, wisatawan bebas menggelar tikar, bersantai ria bersama orang terkasih, atau berburu spot foto yang menawan. Untuk pemandangan yang lebih dramatis, lanjutkan perjalanan ke Desa Sido Makmur. Di sana, Anda akan menemukan spot terkenal dengan tulisan besar “Kepahiang Mountain Valley” yang kontras di tengah kebun teh.
Akses masuk ke area ini terjangkau; cukup membayar biaya parkir yang berkisar antara Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Fasilitas parkir di sini tergolong luas dan aman.
Selain itu, terdapat banyak warung kuliner di lokasi ini yang menawarkan beragam menu dengan harga bersahabat, rata-rata Rp 15.000 hingga Rp 20.000, lengkap dengan area duduk santai yang menghadap langsung ke panorama kebun teh. Pengunjung juga diizinkan untuk turun langsung dan berfoto di sela-sela tanaman teh dengan latar
belakang tulisan ikonik tersebut.
2. Air Terjun Sengkuang
Setelah menikmati pesona Kebun Teh Kabawetan, lanjutkan perjalanan Anda menuju air terjun yang tersembunyi. Dari area Kepahiang Mountain Valley, teruskan hingga Desa Mekar Sari, lalu masuk ke Gang Sengkuang untuk tiba di lokasi Air Terjun Sengkuang.
Biaya parkir di sini hampir serupa dengan di Kebun Teh. Dari tempat parkir, Anda perlu berjalan kaki menuruni jalur setapak dan anak tangga selama beberapa ratus meter sebelum akhirnya mencapai gemuruh air terjun.
Keunikan air terjun setinggi sekitar 30 meter dengan lebar 15 meter ini terletak pada kolamnya yang cukup luas dan dalam, dikelilingi oleh bebatuan besar. Suasana yang sejuk mengundang pengunjung untuk berenang di kolamnya yang dingin sambil menikmati pemandangan air terjun yang megah.
3. Air Terjun Batu Kampit
Bagi pencinta hidden gem, Air Terjun Batu Kampit adalah jawabannya. Air terjun ini berlokasi di Desa Babakan Bogor, Kecamatan Kabawetan. Meskipun belakangan ini cenderung sepi, keindahan alaminya tetap memikat.
Air terjun setinggi kurang lebih 8 meter ini menjulang di sisi jurang dan menghadap langsung ke hamparan sawah warga. Guyuran air yang deras menciptakan kabut air yang menyegarkan di sekitarnya. Dikelilingi oleh pepohonan rindang, udara di sini terasa sangat segar.
Selain air terjunnya, Anda juga dapat menemukan aliran sungai jernih yang deras. Pengunjung dapat berendam, mandi, atau sekadar bersantai di tepi sungai sambil menikmati ketenangan alam. Air terjun ini mudah dijangkau saat Anda dalam perjalanan turun dari area Kebun Teh Kabawetan, khususnya jika melewati Desa Air Sempiang.
4. Danau Suro
Sebagai penutup perjalanan di hari kedua, Anda bisa mengunjungi Danau Suro yang menyajikan ketenangan danau yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan perkebunan penduduk.
Danau ini terletak di Desa Suro Ilir, Dusun II Suro Bandung, Kecamatan Ujan Mas. Jaraknya sekitar 13 kilometer dari pusat pemerintahan Kepahiang dan mudah dicapai menggunakan berbagai jenis kendaraan—motor, mobil, atau bahkan bus—berkat akses jalan aspal yang mulus hingga ke lokasi.
Begitu tiba, pengunjung akan disambut oleh ketenangan danau yang damai, kesejukan dari pepohonan rindang, serta pemandangan Bukit Kaba yang tampak hijau dari kejauhan.
Area danau dilengkapi dengan gazebo atau pondok-pondok yang dapat digunakan pengunjung secara cuma-cuma. Anda juga bisa menggelar tikar di bawah pohon untuk bersantai. Daya tarik lainnya adalah perahu getek yang siap mengantar pengunjung berkeliling danau hanya dengan biaya Rp 10.000 per orang.
Untuk masuk ke kawasan Danau Suro, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk Rp 5.000 per orang, ditambah biaya parkir Rp 5.000 (termasuk penitipan helm agar tidak terpapar panas)



