Kepahiang, indokaya.com – Kabar menggembirakan datang untuk para petani kopi di Kabupaten Kepahiang! Menjelang musim panen yang diperkirakan akan dimulai pada Mei mendatang, harga jual biji kopi kini melonjak hingga Rp 70 ribu per kilogram. Ini tentu menjadi angin segar bagi para petani, mengingat harga tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp 65 ribu per kilogram.
Informasi menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, yang juga dikenal sebagai salah satu pengusaha kopi terbesar di daerah penghasil kopi unggulan Provinsi Bengkulu ini.
“Kalau sekarang, harga jual kopi sudah mencapai sekitar Rp 70 ribu per kilogram,” ungkap Nata dengan antusias.
Namun, Nata menekankan bahwa harga ini juga dipengaruhi oleh kualitas biji kopi, khususnya kadar airnya. Untuk biji kopi dengan kadar air sekitar 20 persen, harga bisa berada di kisaran Rp 70 ribu. Bahkan, untuk biji kopi dengan kualitas lebih tinggi dan kadar air yang lebih rendah—sekitar 18 persen—harganya bisa lebih tinggi lagi!
Lebih menggembirakan lagi, Nata memprediksi harga kopi masih berpotensi naik. Salah satu penyebabnya adalah mulai beralihnya negara produsen kopi besar seperti Vietnam ke komoditas lain seperti durian, karena dianggap lebih menguntungkan.
“Negara-negara seperti Vietnam sekarang mulai mengalihkan kebun kopinya ke tanaman durian karena dianggap lebih menjanjikan,” jelas Nata.
Di sisi lain, meskipun musim panen kopi Kepahiang secara umum baru akan berlangsung bulan Mei, beberapa petani sudah mulai panen lebih awal. Hal ini disebabkan oleh kualitas tanah yang subur dan jenis kopi unggul yang mereka tanam.
Dengan harga yang semakin bersahabat dan prospek pasar yang menjanjikan, tahun ini diprediksi akan menjadi musim panen yang membahagiakan bagi petani kopi di Kepahiang.


