INDAKAYA|KEPAHIANG-BENGKULU-Dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Provinsi Bengkulu yang sebelumnya hanya beredar sebagai isu di media sosial, kini mulai menunjukkan titik terang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Informasi yang awalnya simpang siur tersebut mendadak menjadi perhatian serius masyarakat. Sejumlah awak media dari berbagai daerah tampak memantau situasi di beberapa titik yang diduga berkaitan dengan kegiatan penyelidikan tersebut.

Sejak Senin malam (9/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Selasa dini hari pukul 03.00 WIB, para jurnalis terlihat berjaga di Polresta Bengkulu dan Polres Kepahiang guna memastikan kebenaran isu yang berkembang.

Pantauan di media sosial juga memperlihatkan kondisi Polresta Bengkulu yang dipadati awak media. Dari informasi yang berhasil dihimpun, beredar kabar bahwa benar adanya tim dari KPK yang membawa sejumlah orang yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

Sementara itu, pantauan langsung Semarak Post di Polres Kepahiang menunjukkan situasi yang tak kalah ramai. Awak media tampak memenuhi area depan gedung Polres, sementara sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di pintu gerbang.

Sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa kendaraan roda empat terpantau masuk ke halaman Polres Kepahiang. Namun pada saat itu belum dapat dipastikan apakah kendaraan tersebut berkaitan langsung dengan isu OTT yang beredar.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H. membenarkan adanya aktivitas pemeriksaan di Mapolres Kepahiang, namun ia menegaskan bahwa pihaknya hanya menyediakan tempat.

“Iya ada, Polres Kepahiang hanya dipakai untuk tempat pemeriksaan, lebih detailnya saya tidak tahu,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Polres Kepahiang digunakan sebagai lokasi pemeriksaan beberapa pihak, termasuk Wabup Kabupaten Rejang Lebong.

Sekitar pukul 02.45 WIB, para penyidik bersama sejumlah pihak yang diamankan diketahui meninggalkan Polres Kepahiang menggunakan bus milik Polres.

Dilansir dari Bengkulutoday.com, informasi yang berhasil dirangkum Semarak Post menyebutkan bahwa OTT tersebut diduga berkaitan dengan Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari, S.E., M.A.P.

Selain itu, turut diamankan Intan Larasita Fikri yang merupakan istri Bupati, Hary Eko Purnomo, S.T., M.T selaku Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, seorang kontraktor berinisial Yongki, serta seorang pengusaha.

Para pihak yang diamankan dikabarkan akan dibawa ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK pada Selasa (10/3/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, Semarak Post masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak KPK RI terkait operasi tangkap tangan tersebut. (Feb)

Print