Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang terus mengawal percepatan program strategis daerah. Salah satunya melalui persiapan Revitalisasi Tahap I Taman Santoso yang diawali dengan inventarisasi aset terdampak pembangunan pada Selasa (30/6/2026).
Inventarisasi tersebut menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan proyek revitalisasi dimulai, guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta tidak menimbulkan persoalan administrasi aset daerah.
Kegiatan inventarisasi dipimpin langsung oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP, didampingi Sekretaris Daerah Dr. Hartono, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H., Asisten Bidang Administrasi Umum Nyanyu Elia Hasanah, serta diikuti sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Bappeda Kabupaten Kepahiang.
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, mengatakan revitalisasi Taman Santoso merupakan bagian dari perencanaan pembangunan kawasan perkotaan yang telah disusun pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperkuat wajah ibu kota kabupaten.
“Bappeda memiliki peran memastikan setiap program pembangunan direncanakan secara matang, mulai dari aspek perencanaan, kesiapan administrasi hingga sinkronisasi antar-OPD. Revitalisasi Taman Santoso diharapkan menjadi salah satu ikon ruang publik yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar M. Salihin.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Ruang publik yang tertata akan menjadi pusat aktivitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman, aman, dan representatif,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, aset yang didata meliputi pagar pembatas, kursi taman, hingga paving block yang diperkirakan akan terdampak pembangunan tahap pertama.
Sementara itu, Bupati Kepahiang Zurdi Nata menjelaskan Revitalisasi Tahap I Taman Santoso merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam menata kawasan pusat kota.
“Revitalisasi ini bertujuan menata wajah Kota Kepahiang, menyediakan ruang interaksi masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga,” kata Bupati.
Pada tahap pertama, pemerintah akan membangun sejumlah fasilitas seperti jogging track, landmark taman, dan lampu taman. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Bupati juga menegaskan seluruh aset yang terdampak pembangunan akan terlebih dahulu diinventarisasi sebagai dasar proses penghapusan sesuai peraturan yang berlaku.
“Aset yang terdampak pembangunan jogging track akan kita inventarisasi terlebih dahulu untuk kemudian diproses penghapusannya sesuai regulasi,” tegasnya.
Sementara aset yang tidak terdampak pembangunan akan tetap dimanfaatkan melalui proses revitalisasi sehingga kondisinya menjadi lebih baik dan tetap dapat digunakan masyarakat.
Melalui koordinasi yang dilakukan Bappeda bersama perangkat daerah terkait, Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap seluruh tahapan inventarisasi dan administrasi aset dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan Revitalisasi Tahap I Taman Santoso dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi salah satu wajah baru Kota Kepahiang yang lebih tertata, modern, dan nyaman bagi masyarakat.





