Kepahiang, indokaya.com – Dalam situasi efisiensi anggaran yang memaksa penghentian sementara pembangunan infrastruktur tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang mengalihkan fokusnya pada upaya pelestarian dan pemeliharaan aset infrastruktur yang sudah ada.
Melalui pendekatan kolaboratif, PUPR mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat fasilitas umum demi keberlanjutan manfaat pembangunan yang telah dicapai selama ini.
Infrastruktur Butuh Peran Masyarakat
Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Tedy Adeba, ST, menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mempertahankan kualitas dan fungsi infrastruktur publik.
“Kami memahami bahwa masyarakat sangat bergantung pada infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan drainase. Tapi untuk menjaga keberlanjutannya, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan,” ungkap Tedy.
Ia menekankan bahwa tindakan sederhana namun konsisten, seperti tidak membuang sampah ke saluran air atau tidak memarkir kendaraan sembarangan, akan membantu mencegah kerusakan dini.
Tahun 2025 Tanpa Proyek Baru, Fokus pada Pelestarian
Dengan efisiensi anggaran yang menyebabkan tidak adanya proyek infrastruktur baru dari DAU maupun DAK di tahun 2025, PUPR memilih untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada guna memastikan infrastruktur lama tetap berfungsi.
“Karena tidak ada pembangunan fisik tahun ini, kami lebih fokus pada pelestarian dan pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun,” jelas Tedy.
Mekanisme Pelaporan dan Harapan ke Depan
Sebagai bagian dari penguatan partisipasi publik, PUPR membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan kerusakan fasilitas umum secara langsung ke kantor Dinas PUPR. Informasi ini akan sangat membantu pemerintah dalam merespons permasalahan di lapangan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami terbuka menerima laporan kerusakan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Tedy.
Membangun Budaya Kepedulian Bersama
Dinas PUPR berharap, ke depan akan terbangun budaya kepedulian yang lebih kuat di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga, infrastruktur yang ada dapat bertahan lebih lama, mengurangi beban perbaikan tahunan, serta mendukung percepatan pembangunan saat kondisi fiskal membaik.
“Sinergi pemerintah dan masyarakat adalah kunci menciptakan Kepahiang yang tertata, maju, dan nyaman bagi semua,” tutup Tedy. (adv)


