KEPAHIANG, indokaya.com – Guna mengatasi dampak bencana alam seperti longsor dan banjir yang terjadi di Kabupaten Kepahiang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang bersinergi dengan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.
Kerja sama ini dilakukan menyusul keterbatasan anggaran pada tahun 2025, yang mengakibatkan sebagian besar proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kepahiang harus ditunda atau ditiadakan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan pascabencana di empat titik terdampak bencana alam.
“Kami menurunkan tiga unit alat berat untuk membantu proses penanganan di empat lokasi bencana alam. Ini adalah bentuk tanggap cepat kami atas permintaan dari PUPR Kepahiang,” ujar Tejo, Kamis (14/3/2025).
Salah satu fokus utama penanganan adalah pada akses jalan utama, seperti jalan lintas Kepahiang–Bengkulu dan jalan lintas Kepahiang–Sumatera Selatan, yang sempat terputus akibat longsor.
“Kami prioritaskan pembukaan akses jalan utama untuk memperlancar arus transportasi dan aktivitas masyarakat,” tambah Tejo.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang, Teddy Adeba, menyampaikan apresiasi atas bantuan cepat dari Pemprov Bengkulu dalam menangani dampak bencana. Menurutnya, kerja sama ini sangat penting karena kondisi keuangan daerah yang terbatas pada tahun 2025.
“Kami sangat terbantu dengan dukungan dari PUPR Provinsi. Ini membuktikan bahwa sinergi antarpemerintah sangat penting, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Teddy.
Dinas PUPR Provinsi Bengkulu juga memastikan bahwa alat dan personel akan bertugas di lokasi lebih dari 1×24 jam, guna memastikan seluruh titik terdampak dapat ditangani dengan maksimal. Kolaborasi antara Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang dan Provinsi Bengkulu ini menjadi contoh sinergi antarlembaga dalam mengatasi bencana alam, sekaligus solusi sementara atas terbatasnya anggaran pembangunan daerah tahun 2025.



