INDOKAYA.COM, KEPAHIANG – Santri asal Ponpes di Bengkulu yang ditemukan tewas gantung diri di dalam garasi milik keluargannya di Kabupaten Kepahiang diketahui meninggalkan pesan yang mengharukan.
Dalam surat yang ditulis Santri bernama Revaldi Harianto tersebut, seperti diriinya ingin menuntaskan seluruh tanggung jawab moral sebagai seorang adik dan anak.
Pertama, isi surat Revaldi ditujukan untuk kakak iparnya agar memikirkan kebahagiaan kakak perempuannya, menjaganya dengan penuh ketulusan. “Mas, aku pamit aku sayang sekali semuanya. Mas pesan dari aku, mas jaga mbak Aul jaga dia baik-baik jangan sakiti dia mas. Reval tidak bisa jaga mbak Aul,” tulisnya.
Selanjutnya ia menyampaikan pesan yang mendalam dan mengingatkan tentang ayahnya yang telah tiada. “Kata ayah jangan sakiti ayuk-ayuk. Reval pamit mas mbak. Adek gak bisa jaga mbak lagi,”lanjutnya.
Tak hanya itu saja, dalam surat itu berisikan tentang sebuah beban batin yang teramat berat bagi Revaldi hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
“Bun, adek minta maaf bun adek akhiri hidup adek. Adek endak nyusul ayah, soalnya adek idak kuat lagi tinggal kek bunda, Bunda jangan nangis ya bunda, bunda harus kuat. Bunda adek pamit bun,” tutupnya.
Dari isi surat tersebut tentunya dapat menjadi pengingat bagi banyak pihak atau kita semua akan pentingnya untuk peka terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat, terutama mereka yang pendiam.(IKC)



