KEPAHIANG|INDOKAYA.COM Momentum libur Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya menjadi ajang menikmati keindahan alam justru menyisakan kekecewaan bagi sejumlah wisatawan di kawasan Kebun Teh Kabawetan.
Lonjakan pengunjung selama libur Lebaran ternyata tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas kebersihan. Minimnya tempat sampah di lokasi membuat volume sampah meningkat dan terlihat berserakan di berbagai titik kawasan wisata.
Pantauan di lapangan, sampah plastik yang sulit terurai tampak menghiasi sejumlah sudut area. Kondisi ini dinilai mencoreng keindahan destinasi unggulan yang selama ini menjadi ikon wisata Kabupaten Kepahiang.
Salah satu wisatawan, Nopal, mengaku kesulitan menemukan tempat pembuangan sampah saat berkunjung. Ia bahkan terpaksa membawa kembali sampahnya karena tidak tersedia fasilitas yang memadai.
“Tadi saya terpaksa harus membawa pulang sampahnya, karena tidak ada tempat membuangnya,” ungkap Nopal, Kamis (26/3/2026).
Tak hanya di area utama, sampah juga terlihat menumpuk di sejumlah saluran irigasi yang berpotensi mengganggu aliran air. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak serius, termasuk pencemaran lingkungan.
Ironisnya, di kawasan perkebunan teh, sampah ditemukan tersangkut di dahan tanaman hingga berserakan di bawahnya, seolah menjadi “lantai sampah” yang merusak panorama hijau yang seharusnya menjadi daya tarik utama.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya menciptakan kesan kumuh, tetapi juga berpotensi memicu munculnya penyakit. Selain itu, tingkat kepuasan wisatawan dipastikan menurun dan berdampak pada citra pariwisata daerah.
Nopal berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, penyediaan tempat sampah di beberapa titik menjadi solusi sederhana namun sangat penting.
“Mungkin harapannya ya adalah diberikan tempat sampah di beberapa titik. Selain meringankan pekerjaan, itu juga bisa jadi nilai baik untuk kebersihan wisata,” pungkasnya.
Kondisi ini menjadi catatan serius bagi pengelola dan pemerintah daerah, agar ke depan sektor pariwisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga didukung dengan pengelolaan kebersihan yang optimal. (Feb)



