Jagat media sosial di Kabupaten Kepahiang dihebohkan dengan kabar dugaan aksi teror berkedok pocong yang disebut-sebut sengaja menurunkan sekring listrik rumah warga pada malam hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Narasi yang beredar bahkan menyebut, pelaku membawa senjata tajam (sajam) dan diduga hendak membegal pemilik rumah yang keluar untuk menaikkan sekring listrik.

Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan di media sosial yang menyebut peristiwa itu terjadi di Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang, dan menimpa seorang warga bernama Lia.

Dalam unggahan itu disebutkan, sekitar pukul 02.00 WIB, sekring listrik di rumah korban tiba-tiba turun. Karena sebelumnya telah beredar isu mengenai modus begal berkedok pocong, korban bersama keluarganya memilih bertahan di dalam rumah dan membiarkan kondisi gelap hingga pagi hari.

Kabar tersebut pun dengan cepat menyebar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Tak sedikit warga yang mulai meningkatkan kewaspadaan karena khawatir kejadian serupa benar-benar terjadi di Kabupaten Kepahiang.

Menanggapi kabar yang telanjur viral itu, jajaran Polsek Kepahiang langsung bergerak melakukan penelusuran dan pendalaman informasi.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Kepahiang Iptu Tulus Wibowo, SH mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran sementara, akun media sosial yang pertama kali mengunggah informasi tersebut diketahui atas nama Ethy Guant Gizel, warga Desa Sukamerindu.

Sementara, informasi mengenai dugaan teror pocong berasal dari Ibu Lia, warga Desa Permu Bawah.

“Dari hasil konfirmasi kepada Ibu Lia, memang benar ada kejadian sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, untuk pelakunya belum diketahui apakah itu pocong jadi-jadian atau seperti apa. Saat ini masih dilakukan pendalaman,” ujar Iptu Tulus, Selasa (16/6/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan bukti yang mengarah pada adanya modus begal berkedok pocong sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Bahkan, belum dapat dipastikan apakah orang yang diduga menurunkan sekring tersebut benar mengenakan kostum pocong atau hanya ulah orang iseng maupun memiliki motif lainnya.

Saat ini, pemerintah desa bersama warga juga tengah melakukan pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan ada atau tidaknya aktivitas mencurigakan pada saat peristiwa berlangsung.

“Masih kami selidiki, apakah memang benar adanya atau tidak,” tegasnya.

Kapolsek Kepahiang juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, karena dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Meski demikian, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak kepolisian terdekat.

Hingga kini, Polsek Kepahiang masih terus mendalami kasus tersebut dan menunggu hasil pengecekan CCTV serta keterangan tambahan dari sejumlah pihak guna memastikan apakah kejadian itu merupakan aksi kriminal, ulah orang tidak bertanggung jawab, atau sekadar isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Print