Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat di era digital, Universitas Bengkulu melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Digitalisasi Batik Diwo sebagai Sumber Ekonomi Kreatif Memanfaatkan Teknologi Internet of Things (IoT)”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PKBM Metamorfosa Kepahiang sebagai mitra kegiatan pada tanggal 6 Juni dan 13 Juni 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Nafri Yanti, M.Pd. bersama tim pelaksana yang berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Program ini bertujuan memperkenalkan konsep digitalisasi dalam pengelolaan dan promosi Batik Diwo, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk budaya lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Antusiasme yang tinggi terlihat dari para tutor, warga belajar, serta masyarakat sekitar PKBM Metamorfosa Kepahiang. Kehadiran program ini menjadi sesuatu yang sangat dinantikan karena memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis budaya daerah. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan tentang bagaimana teknologi Internet of Things (IoT) dapat dimanfaatkan dalam proses produksi, dokumentasi, pemasaran, hingga pengelolaan data produk batik secara lebih efektif dan efisien.

Batik Diwo Kepahiang merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai seni dan filosofi khas daerah. Keunikan motif serta identitas lokal yang terkandung di dalamnya menjadikan Batik Diwo sebagai aset berharga yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi kreatif masyarakat. Dengan dukungan teknologi digital, peluang pemasaran dapat diperluas hingga menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu memperkuat eksistensi Batik Diwo sebagai produk unggulan Kabupaten Kepahiang. Selain melestarikan budaya lokal, digitalisasi batik juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa inovasi dan teknologi dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Dengan demikian, Batik Diwo tidak hanya menjadi simbol identitas daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di era digital.

“Mengabdi dengan Inovasi, Memberdayakan dengan Teknologi, Mewujudkan Masyarakat Kreatif dan Mandiri.”

Print