Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi momentum bagi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang untuk kembali mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Kehadiran ayah dalam keluarga dinilai tidak cukup hanya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Lebih dari itu, ayah memiliki peran penting dalam membangun karakter, memberikan perlindungan serta mendampingi tumbuh kembang anak.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, MH., mengatakan momentum Harganas menjadi pengingat bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.
“Peran ayah sangat penting dalam keluarga. Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga harus hadir dalam pengasuhan, pendidikan dan perkembangan anak,” ujar Linda.
Menurutnya, kehadiran orang tua secara utuh dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun kedekatan emosional dengan anak.
“Anak membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. Karena itu, ayah harus hadir, mendengarkan anak, mendampingi dan menjadi contoh yang baik dalam keluarga,” jelasnya.
Linda menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga menjadi bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Sebab, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan, kasih sayang dan perlindungan.
DPPKBP3A Kepahiang sendiri terus mendorong penguatan peran keluarga melalui berbagai program, salah satunya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran ayah agar lebih aktif menjalankan perannya dalam kehidupan keluarga.
“Melalui GATI kita ingin mendorong para ayah supaya lebih aktif. Bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan anak,” kata Linda.
Ia menambahkan, komunikasi antara ayah dan anak perlu dibangun sejak dini. Orang tua diharapkan dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.
“Jangan sampai anak justru mencari tempat lain untuk mendapatkan perhatian karena merasa tidak didengarkan di rumah. Ayah dan ibu harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk berbagi,” ungkapnya.
Menurut Linda, penguatan peran ayah juga berkaitan dengan berbagai persoalan pembangunan keluarga, termasuk perlindungan anak, pencegahan kekerasan, pencegahan perkawinan anak hingga upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Karena itu, ia mengajak para ayah di Kabupaten Kepahiang memanfaatkan momentum Harganas untuk kembali memperkuat hubungan dengan keluarga.
“Harganas bukan sekadar peringatan tahunan. Ini momentum untuk kita kembali melihat bagaimana kondisi keluarga kita. Mari para ayah lebih dekat dengan anak, lebih banyak berkomunikasi dan bersama-sama membangun keluarga yang kuat,” pungkas Linda.
DPPKBP3A Kepahiang berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa keberhasilan pengasuhan anak membutuhkan keterlibatan ayah dan ibu secara seimbang.
