Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang terus memperkuat pemanfaatan data statistik dan data sektoral sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, mengatakan bahwa pembangunan yang berkualitas harus diawali dengan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, integrasi data menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan perencanaan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan daerah.
“Data merupakan fondasi utama dalam setiap proses perencanaan. Ketika data statistik dan data sektoral terintegrasi dengan baik, maka kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran, terukur, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar M. Salihin.
Ia menjelaskan, data statistik memberikan gambaran makro mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah, sedangkan data sektoral yang dimiliki masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi sumber informasi teknis sesuai bidang tugasnya. Kedua jenis data tersebut harus saling melengkapi agar menghasilkan analisis yang komprehensif dalam penyusunan program pembangunan.
Menurut M. Salihin, Bappeda terus mendorong seluruh OPD untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data, mulai dari proses pengumpulan, validasi, hingga pembaruan data secara berkala. Dengan demikian, setiap indikator pembangunan yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi aktual Kabupaten Kepahiang.
Selain mendukung penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), integrasi data juga menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi capaian pembangunan, mengukur efektivitas program, serta menentukan prioritas pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
“Perencanaan yang baik tidak dibangun atas asumsi, tetapi berdasarkan fakta dan data. Karena itu, Bappeda berkomitmen membangun sistem perencanaan yang semakin modern dengan mengedepankan pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan,” tambahnya.
Bappeda Kabupaten Kepahiang juga terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dalam mendukung penyelenggaraan Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data pembangunan yang terpadu, konsisten, dan mudah diakses sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan.
Melalui penguatan integrasi data statistik dan data sektoral, Bappeda optimistis kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Kepahiang akan semakin meningkat. Program yang disusun diharapkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya visi Kabupaten Kepahiang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Dengan data yang akurat, kita dapat merencanakan pembangunan secara lebih cermat, melaksanakan program secara lebih efektif, dan mengevaluasi hasil pembangunan secara lebih objektif. Itulah komitmen Bappeda dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang profesional dan akuntabel,” tutup M. Salihin.
