Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Memasuki tahun 2026, sasaran program ini meningkat menjadi 758 keluarga berisiko stunting (KRS), naik dibanding target tahun 2025 yang berjumlah 641 sasaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program GENTING merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga individu sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting.

Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M Salihin, mengatakan peningkatan target tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar M Salihin.

Menurutnya, Bappeda sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah akan terus mengintegrasikan program GENTING dalam dokumen perencanaan agar seluruh perangkat daerah memiliki arah yang sama dalam upaya pencegahan stunting.

“Kami berharap seluruh stakeholder dapat mengambil peran sebagai Orang Tua Asuh. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita menekan angka stunting di Kabupaten Kepahiang,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Program GENTING tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Berbagai bentuk intervensi juga diberikan sesuai kebutuhan keluarga sasaran.

Bantuan tersebut meliputi Rumah Layak Huni, Jamban Sehat, Penyediaan Air Bersih, Bantuan Nutrisi, Edukasi Pencegahan Stunting, hingga Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.

Khusus bantuan nutrisi diberikan dengan estimasi minimal Rp15 ribu per orang per hari selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berupa makanan siap saji maupun bahan makanan bergizi sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

Sementara bantuan pemberdayaan ekonomi diarahkan untuk meningkatkan kemandirian keluarga, seperti pemberian bibit, ternak ayam petelur, pakan, hingga dukungan usaha produktif lainnya.

Di Kabupaten Kepahiang sendiri, Program GENTING telah berjalan sejak tahun 2025. Pemerintah daerah telah membentuk Tim Pengendali GENTING melalui SK Bupati Nomor 100.3.3.2/88/DPPKBP3A/2025.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap data Keluarga Risiko Stunting (KRS) Tahun 2024, tercatat sebanyak 344 kepala keluarga di delapan kecamatan menjadi sasaran awal program.

Hingga saat ini, terdapat 45 Orang Tua Asuh dan dua lembaga/komunitas yang ikut berpartisipasi mendukung program tersebut.

Dana gotong royong yang berhasil dihimpun mencapai Rp51.750.000 dan telah dimanfaatkan untuk membantu 15 balitaserta 8 ibu hamil yang menjadi penerima manfaat.

M Salihin menegaskan, keberhasilan program GENTING tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, melainkan dari perubahan kualitas hidup keluarga sasaran.

“Pencegahan stunting membutuhkan komitmen jangka panjang. Yang kita bangun bukan hanya kesehatan anak, tetapi masa depan generasi Kepahiang. Karena itu kami mengajak dunia usaha, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan ini,” tegasnya.

Ia optimistis dengan sinergi lintas sektor, target penurunan stunting di Kabupaten Kepahiang dapat tercapai sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu menjadi motor pembangunan daerah di masa mendatang.

Print