Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang sekaligus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, RSUD Kabupaten Kepahiang menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing secara gratis, Sabtu pagi (26/9). Kegiatan kemanusiaan yang menggandeng Yayasan Umi Romlah Palembang ini diikuti sebanyak 18 penderita bibir sumbing dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan menyampaikan, program ini tidak hanya diikuti masyarakat lokal Kepahiang, tetapi juga pasien dari kabupaten tetangga hingga provinsi tetangga.
”Dari total 18 peserta, sebanyak 12 orang merupakan warga Kabupaten Kepahiang. Sedangkan 6 peserta lainnya berasal dari luar daerah, yakni Rejang Lebong 1 orang, Kota Lubuklinggau 1 orang, Empat Lawang 2 orang, Kabupaten Kaur 1 orang, dan Kabupaten Lebong 1 orang,” ujar Tajri.
Tajri menjelaskan, layanan medis yang diberikan tidak sebatas operasi bibir sumbing dasar semata. Tim medis juga melayani operasi celah langit-langit, perbaikan hidung miring, operasi tenggorokan, hingga tindakan koreksi bagi pasien yang sebelumnya pernah dioperasi namun hasilnya belum optimal.
Seluruh penanganan medis diberikan secara gratis hingga kondisi pasien membaik. Kendati demikian, pasien diwajibkan melakukan pemeriksaan ulang (check-up) tiga hari pascaoperasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik.
”Melalui tindakan ini, pasien tidak hanya mendapatkan perbaikan dari sisi penampilan, tetapi juga peningkatan fungsi berbicara, kemampuan makan, hingga kualitas hidup secara keseluruhan,” tambahnya.
Mengenai persyaratan medis, Tajri membeberkan untuk pasien bibir sumbing minimal berusia 3 bulan dengan berat badan minimal 5 kilogram, serta dalam kondisi fisik sehat (tidak demam, batuk, atau pilek). Sementara untuk operasi celah langit-langit, usia minimal pasien adalah 10 bulan dengan berat badan minimal 10 kilogram.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, dr. Ana Marliana mengungkapkan seluruh tahapan kegiatan mulai dari perencanaan, pembentukan tim, hingga pelaksanaan berjalan sesuai rencana. Perekrutan peserta telah dilakukan sejak Agustus lalu dan masih terus dibuka hingga hari pelaksanaan.
”Pihak Yayasan Umi Romlah Palembang bahkan masih menerima peserta yang mendaftar langsung di hari pelaksanaan, sepanjang memenuhi persyaratan medis,” terang dr. Ana.
Salah satu perwakilan keluarga pasien menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada RSUD Kepahiang serta Yayasan Umi Romlah. Menurutnya, program gratis ini sangat membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak bagi anggota keluarga mereka.
