Tiga puluh tujuh atlet pelajar asal Kabupaten Kepahiang siap bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Daerah Provinsi Bengkulu 2026. Pelepasan kontingen yang dilakukan langsung oleh Pemkab Kepahiang diiringi target besar untuk membawa pulang medali emas dari kompetisi yang digelar di Kota Bengkulu tersebut.
Pelepasan kontingen dipimpin langsung oleh Bupati Kepahiang Zurdi Nata. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi dan prestasi generasi muda di bidang olahraga.
Tiga puluh tujuh atlet terpilih ini akan berlaga dalam lima cabang olahraga, yaitu taekwondo, pencak silat, atletik, tinju, dan karate.
POPDA Provinsi Bengkulu 2026 akan digelar pada 5 sampai 9 November 2026 di Kota Bengkulu.
Bupati Zurdi Nata menyampaikan pesan penting kepada seluruh atlet untuk menjaga kesehatan dan melakukan persiapan secara maksimal sebelum bertanding. Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi semangat sportivitas serta menjaga nama baik Kabupaten Kepahiang selama mengikuti ajang tersebut.
“Kami sudah mengingatkan agar seluruh atlet bertanding secara sportif dan tetap menjaga nama baik daerah kami,” ujar Bupati seusai acara pelepasan kontingen.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa keikutsertaan di POPDA memiliki nilai lebih dari sekadar mengejar medali. Ajang ini menjadi wadah bagi atlet muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus memperkenalkan potensi olahraga Kepahiang ke tingkat provinsi.
Sementara Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang (Disparpora) Musi Dayan, menyampaikan optimisme terhadap kemampuan para atlet yang diberangkatkan. Ia menaruh harapan besar agar kontingen Kepahiang meraih hasil maksimal dan berhasil meraih medali emas, terutama di lima cabang olahraga yang diikuti.
“Sebanyak 37 pelajar yang kami kirim akan bertanding di lima cabang olahraga, yaitu taekwondo, pencak silat, atletik, tinju, dan karate,” jelas Musi Dayan.
“Target utama kami adalah membawa pulang medali emas dan mengharumkan nama Kabupaten Kepahiang,” demikian Musi Dayan.
