Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang terus berkomitmen meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui penyusunan program yang terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, peningkatan partisipasi masyarakat, serta sinkronisasi kebijakan pembangunan pusat, provinsi, dan daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, mengatakan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, setiap program yang disusun harus mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bappeda memiliki peran strategis dalam memastikan setiap program pembangunan disusun secara matang, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perencanaan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar M. Salihin.
Menurutnya, Bappeda terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyusun program yang berorientasi pada hasil (result oriented), sehingga setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bappeda juga mengoptimalkan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten sebagai sarana menghimpun aspirasi masyarakat. Melalui forum tersebut, usulan pembangunan akan dikaji berdasarkan skala prioritas, urgensi kebutuhan, serta kemampuan keuangan daerah.
M. Salihin menjelaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kepahiang ke depan akan diarahkan pada beberapa sektor prioritas, di antaranya peningkatan kualitas infrastruktur dasar, penguatan sektor pertanian sebagai unggulan daerah, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Perencanaan pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat. Seluruh sektor harus berjalan seimbang agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Bappeda Kabupaten Kepahiang juga terus memperkuat penggunaan data dan inovasi dalam proses perencanaan. Pendekatan berbasis data diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih akurat, efektif, dan adaptif terhadap dinamika pembangunan.
Melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Bappeda optimistis pembangunan Kabupaten Kepahiang akan semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Bappeda berkomitmen menjadi motor penggerak perencanaan pembangunan yang profesional, akuntabel, dan partisipatif demi mewujudkan Kabupaten Kepahiang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” tutup M. Salihin.
