Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang mendukung pelaksanaan Lomba Kebun Kopi Robusta Kabupaten Kepahiang 2026 sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing komoditas kopi yang menjadi andalan daerah.
Program yang digagas Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, mengatakan kopi robusta merupakan komoditas strategis yang harus terus dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas kebun, hingga penguatan kapasitas petani.
“Bappeda mendukung penuh berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas sektor perkebunan, khususnya kopi robusta. Melalui lomba ini diharapkan mampu memotivasi petani untuk menerapkan budidaya yang lebih baik sehingga produktivitas dan kualitas kopi Kepahiang semakin meningkat,” ujar M. Salihin.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Kepahiang karena sebagian besar masyarakat masih menggantungkan perekonomian dari sektor perkebunan kopi.
“Jika kualitas kebun terus meningkat, maka nilai jual kopi juga akan semakin baik. Dampaknya bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat daya saing Kabupaten Kepahiang sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta di Provinsi Bengkulu,” tambahnya.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, lomba tersebut terbuka bagi petani kopi yang memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya tanaman kopi telah berusia di atas empat tahun, peserta merupakan warga Kabupaten Kepahiang yang dibuktikan dengan KTP, memiliki lahan sendiri, penggarap atau sewa, tergabung dalam kelompok tani, serta bukan pegawai maupun keluarga inti pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang.
Penilaian lomba akan mengacu pada dua aspek utama, yakni kondisi kebun dengan bobot 60 persen dan penilaian peserta sebesar 40 persen.
Pelaksanaan lomba berlangsung selama Juni hingga Agustus 2026, sementara pengumuman pemenang dijadwalkan bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Pemda Kepahiang.
Sebanyak enam pemenang akan dipilih dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah, sebagai bentuk apresiasi kepada petani yang berhasil menerapkan pengelolaan kebun kopi secara baik dan berkelanjutan.
M. Salihin berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi petani dalam menerapkan praktik perkebunan yang lebih modern dan berorientasi pada peningkatan mutu hasil panen.
“Ke depan, kami berharap kopi Kepahiang tidak hanya dikenal dari sisi kuantitas produksi, tetapi juga memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat,” tutupnya.
