KEPAHIANG –INDOKAYA.com Aroma dugaan korupsi bernilai fantastis sebesar Rp 6,2 miliar di Kabupaten Kepahiang kian terkuak. Tim gabungan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Bengkulu bergerak cepat dengan melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis, Rabu (8/4/2026).
Penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.20 WIB tersebut melibatkan belasan penyidik. Mereka menyasar dua instansi penting, yakni kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepahiang.
Tak hanya terbatas di lingkungan perkantoran, tim penyidik juga merambah ke sejumlah kediaman pribadi pihak-pihak yang diduga terkait. Di antaranya rumah Bendahara Disparpora di kawasan Kuto Rejo, serta kediaman pejabat berinisial TA, RS, dan IH yang diduga memiliki kaitan erat dengan aliran dana dalam perkara ini.
Modus Manipulasi 7 Paket Pekerjaan
Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Muhammad Syahir Fuad Rangkuti, mewakili Direktur Ditreskrimsus Aris Tri Yunarko, membenarkan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan.
Menurutnya, kasus ini bermula dari dugaan kuat adanya manipulasi kegiatan dalam anggaran tahun 2023. Modus yang diselidiki mencakup berbagai sektor belanja, mulai dari perjalanan dinas, pengadaan ATK dan bahan cetak, konsumsi makan minum, alat listrik, hingga pekerjaan konstruksi yang terbagi dalam tujuh paket kegiatan.
“Anggota Tipidkor sedang melakukan kegiatan di beberapa lokasi di Kepahiang terkait perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani,” tegasnya.
Amankan Dokumen Hingga Perangkat Elektronik
Sementara itu, Panit 3 Subdit Tipidkor, Muslim, mengungkapkan bahwa fokus utama dalam penggeledahan ini adalah mengamankan barang bukti yang berpotensi menjadi kunci pengungkapan kasus.
“Kami mencari dan mengamankan bukti pembayaran, dokumen laporan pertanggungjawaban, serta data dari berbagai kegiatan yang masuk dalam pagu anggaran dinas tahun 2023,” ujarnya.
Proses penggeledahan yang berlangsung sekitar tujuh jam itu membuahkan hasil signifikan. Sejumlah dokumen penting, berkas administrasi, alat komunikasi, hingga perangkat elektronik berhasil diamankan oleh penyidik. Seluruh barang bukti tersebut selanjutnya akan dianalisis lebih lanjut guna mengungkap secara tuntas dugaan korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah tersebut.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat segera menemui titik terang seiring langkah tegas aparat penegak hukum dalam memberantas praktik korupsi di daerah. (Feb)
