KEPAHIANG –  INDOKAYA.com Aksi kriminal kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Kepahiang. Kali ini, dua orang pelajar dilaporkan menjadi korban penodongan oleh orang tak dikenal di wilayah Desa Pagar Agung, Kecamatan Bermani Ilir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa tersebut terjadi saat kedua pelajar yang tengah berboncengan melintas di lokasi kejadian. Situasi mendadak berubah mencekam ketika seseorang yang belum diketahui identitasnya, tiba-tiba melemparkan bambu ke arah mereka.

Akibat lemparan tersebut, kedua pelajar itu terkejut dan kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh dari sepeda motor yang mereka kendarai.

Belum sempat bangkit dari kondisi tersebut, suasana semakin menegangkan ketika seorang pria muncul mendekati mereka dengan membawa senjata tajam jenis parang.

Bukannya memberikan pertolongan, pria tersebut justru diduga memiliki niat jahat. Dalam kondisi korban yang masih panik dan terjatuh, pelaku langsung melakukan aksi penodongan.

Dengan mengancam menggunakan sebilah parang, pelaku meminta korban untuk menyerahkan barang-barang berharga yang mereka miliki. Dalam situasi penuh tekanan dan rasa takut, kedua pelajar itu akhirnya tidak bisa berbuat banyak.

Korban pun terpaksa menyerahkan barang-barang mereka, di antaranya satu unit handphone merek Infinix Smart 3, satu unit handphone Oppo A18 warna biru, serta satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio M3 yang mereka gunakan saat itu. Setelah berhasil menguasai barang milik korban, pelaku kemudian langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun, kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh korban ke pihak Polsek Bermani Ilir, Polres Kepahiang. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH melalui Kapolsek Bermani Ilir Iptu Adi Saputra, S.Sos menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan awal, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya benar, kejadiannya di Desa Pagar Agung. Laporan sudah kami terima dan saat ini anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Kami juga telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti,” ujarnya.

Polisi saat ini juga tengah mengumpulkan keterangan dari korban serta sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap identitas pelaku.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar, untuk lebih berhati-hati saat melintas di lokasi yang sepi. Jika memungkinkan, diharapkan tidak bepergian sendirian terutama pada waktu-waktu rawan.

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berupaya untuk segera mengungkap serta menangkap pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (Feb)

Print