BENGKULU, indokaya.com – Ada sekitar 4 ribu lebih masyarakat yang mendiami Pulau Enggano saat ini harus mengalami kondisi yang pahit “Hidup Darurat” lantaran tingginya harga sembako dan BBM melambung tinggi karena terputusnya akses jalur laut akibat terjadinya pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Padahal, jalur laut melalui Pelabuhan Pulau Baai merupakan akses penting perdagangan Pulau Enggano, baik untuk menjual hasil komoditi pertanian Enggano maupun masuknya keperluan Sembako hingga BBM dari luar Enggano.

Berbanding terbalik dengan itu, Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian serta pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, melaksanakan bagi-bagi makan gratis kepada 100 ribu masyarakat Kota Bengkulu bersama tiktokers Willi Salim dan Ustad kondang Dery Sulaiman di pelataran Masjid Baitul Izza 9 April 2025.

Kendati demikian, sebelumnya permasalahan Alur yang mendangkah hingga 2-3 Meter Low Spring (LWS) tersebut sudah menjadi perhatian serius Pemprov Bengkulu. Dimana, beberapa eskavator sudah dikerahkan untuk melakukan pengerukan Alur Pelabuhan.

Aktivis Peduli Masyarakat Adat Bengkulu, Hernandes menyikapi gambaran tersebut, harusnya Gubernur Bengkulu yang merupakan pemimpin yang menerima mandater masyarakat Bengkulu harusnya memiliki langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM hingga harga Sembako yang melambung tinggi.

“Harusnya Gubernur yang merupakan pemimpin yang dipilih masyarakat, harus memiliki pandangan terkait prioritas mengatasi masalah yang lebih urgen diselesaikan. Anehnya, saat ini mungkin saja ada masyarakat Enggano yang kelaparan karena tidak mempu membeli beras, sebaliknya Gubernur bersama pejabat makan-makan dan pesta pora di Bengkulu,” tagas Hernandes.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Enggano, Mulyadi Kauno, mengatakan akibat tidak adanya kapal yang masuk ke Pulau Enggano, kini mereka terancam terisolir.
Dimana, tidak adanya aktivitas tersebut membuat harga bahan pokok, melonkak tajam dari harga sebelumnya. Diantaranya, Bawang Merah sudah menyentuh harga Rp70 ribu per kilogram, Minyak Goreng Rp26 Ribu.

“Kalau telur sudah tidak ada lagi yang jual di warung, pasokan BBM dan pengiriman hasil panen pertanian semua sudah tersendat sekarang,” katanya.

Ditempat Terpisah, Ketua Pengurus Harian Wilayah AMAN Bengkulu Fahmi Arisandi mengatakan agar ada tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk menyiasati kondisi transportasi di Pulau Enggano.
Ketersediaan kapal angkut yang minim dan belum mencukupi kebutuhan penumpang serta belum penuhnya jasa penerbangan di Pulau Enggano, sudah menjadi masalah pelik sejak 10 tahun ini bagi masyarakat adat dan penduduk di Pulau Enggano. Menurutnya, pengerukan alur untuk pelabuhan Pulau Baai yang kini sedang dikerjakan oleh pemerintah seharusnya harus didukung dengan upaya mitigasi bagi kelangsungan hidup masyarakat adat yang ada di Pulau Enggano.

“Idealnya, ditengah tidak ada kepastian kapan jadwal selesainya pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai yang berakibat pada berhentinya aktivitas kapal ke Pulau Enggano, pemerintah harus pikirkan rencana mitigasi, kalau hal tersebut tidak dilakukan akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat Pulau Enggano, yang kita semua tahu bahwa untuk kebutuhan bahan pokok, pasokan BBM, pengiriman hasil panen, layanan pendidikan dan kesehatan mereka masih mengandalkan pada layanan transportasi kapal,” kata Fahmi.

Menyebrang Pulau Enggano, Bengkulu Utara ke Kota Bengkulu. Suasana haru dan sukacita menyelimuti pelataran Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu. Puluhan ribu masyarakat memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Makan Akbar 100 Ribu Orang, sebuah agenda kebersamaan yang digagas langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Tak hanya masyarakat, acara ini juga diramaikan kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah, di antaranya konten kreator kondang Willie Salim dan Vilmei, serta dai kenamaan Ust. Derry Sulaiman. Ribuan orang tampak antusias menyambut gelaran ini sejak pagi hari.

“Alhamdulillah, luar biasa. Hari ini kita menyatu, tanpa sekat, tanpa perbedaan. Inilah kekuatan besar bangsa Indonesia: persatuan,” ujar Gubernur Helmi Hasan dalam sambutannya, penuh rasa haru.

Turut hadir Wakil Gubernur Mian, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, Anggota DPD RI Destita Khairilisani, serta para kepala daerah se-Provinsi Bengkulu. Kolaborasi lintas pimpinan daerah ini menjadi simbol kuatnya komitmen bersama untuk terus membangun Bengkulu yang damai dan maju.

Tak hanya sekadar makan bersama, acara ini juga diwarnai dengan pemberian hadiah umrah kepada masyarakat yang beruntung. Sebanyak delapan kuota umrah dibagikan, masing-masing berasal dari Gubernur Helmi Hasan, Willie Salim, seorang dermawan (hamba Allah), dan agen perjalanan BST Travel.

“Masyarakat dipersilakan menikmati hidangan. Banyak nampan telah disiapkan. Bagi ibu-ibu yang ingin membungkus, silakan langsung ke dapur,” canda Gubernur Helmi yang disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.

Yang tak kalah menarik adalah sajian utama yang disuguhkan secara gotong royong: satu ton ikan goreng kuah, menu khas yang dimasak oleh warga sebagai bentuk semangat kolektif menyukseskan acara ini.
Gubernur Helmi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang makan-makan semata, melainkan wujud nyata dari nilai persaudaraan dan semangat gotong royong menuju cita-cita besar bangsa: pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Terima kasih Bengkulu. Kalian luar biasa. Yang paling penting, hari ini semua tersenyum, semua bahagia,” pungkas Helmi Hasan. (Dul)

Print