Kepahiang, indokaya.com – Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur esensial. Salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah alokasi Rp13 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 untuk membangun jaringan pipanisasi PDAM di tiga kecamatan.
Dari total DAK yang diterima tahun ini sebesar Rp18 miliar, porsi terbesar—sekitar 72%—akan dialokasikan untuk program peningkatan akses air bersih melalui revitalisasi infrastruktur PDAM. Sisanya, sekitar Rp5 miliar, akan digunakan untuk membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di 18 desa.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang, Ibnu Hajar, ST, menjelaskan bahwa prioritas pembangunan pipanisasi ini merupakan respons atas kondisi PDAM yang dinilai sedang dalam keadaan “sakit”, baik dari sisi pelayanan maupun infrastruktur.
“Dengan anggaran ini, kami akan membangun jaringan pipanisasi baru di tiga kecamatan untuk memperbaiki distribusi air bersih. Ini adalah langkah awal menghidupkan kembali PDAM yang saat ini belum mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ungkap Ibnu.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam mengatasi krisis air bersih yang masih menjadi persoalan di beberapa wilayah. Selain memperbaiki sistem distribusi air, revitalisasi PDAM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, cakupan layanan, dan kualitas hidup masyarakat secara langsung.
Di sisi lain, program pembangunan MCK di 18 desa juga tidak kalah penting. Program ini menyasar peningkatan sanitasi lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
“Meskipun anggaran terbatas, kami berusaha maksimal agar pembangunan tetap menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Fokusnya adalah air bersih dan sanitasi,” tambah Ibnu.
Dengan perencanaan yang terfokus dan pemanfaatan anggaran yang terukur, PUPR Kabupaten Kepahiang berharap intervensi infrastruktur ini menjadi awal kebangkitan PDAM sebagai penyedia layanan air bersih yang andal dan berkelanjutan. (adv)
