Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 RSUD Kabupaten Kepahiang menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepahiang dan DPRD Kepahiang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Kepahiang, Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si bersama Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Gregory Dayefiandro, S.E., M.Sc. Wabup memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan langkah progresif jajaran RSUD Kepahiang yang dinilainya semakin nyata berdampak bagi masyarakat luas.
“Pemerintah Daerah sangat mendukung penuh inovasi dan bakti sosial yang digelar RSUD Kepahiang. Ini wujud komitmen kita bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh warga Kepahiang,” ujar Wabup.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kepahiang, Gregory Dayefiandro, S.E., M.Sc., turut mengapresiasi terobosan manajemen rumah sakit yang dinilai adaptif terhadap kebutuhan warga.
Rangkaian peringatan HUT ke-22 RSUD Kepahiang tahun ini diwarnai aksi sosial masif, salah satunya operasi bibir sumbing gratis. Inisiatif ini dimotori Direktur RSUD Kepahiang, dr. Burhan Hadi, dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Tajri Fauzan, S.K.M., M.Si.
“Melalui momentum ini, Pemkab dan DPRD Kepahiang berharap RSUD Kepahiang terus mematangkan mutu pelayanan, khususnya pada program layanan unggulan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak). Penguatan fasilitas ini diharapkan membuat masyarakat Kepahiang bisa mendapatkan akses medis spesialistis tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” sampai Gregory.
Sementara itu, Direktur RSUD Kepahiang dr. Burhan Hadi menyampaikan, dalam pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis rangka HUT ke-22 tersebut, RSUD Kepahiang bekerja sama dengan Yayasan Ummi Romlah Palembang. Yayasan ini memfasilitasi kebutuhan medis, termasuk penyediaan tim dokter spesialis dan penanganan medis pasien selama bakti sosial berlangsung.
“Bakti sosial bibir sumbing ini guna meningkatkan layanan kesehatan inklusif untuk membantu masyarakat kurang mampu agar bisa mendapatkan penanganan medis spesialis tanpa terkendala biaya. Kemudian, menghadirkan pelayanan medis lanjutan langsung di daerah sehingga warga tidak perlu dirujuk ke luar daerah,” sampai dr. Burhan.




