Bengkulu, indokaya.com – Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) kolaborasi dengan Forest Guardian perwakilan 4 (empat) Provinsi dari kawasan Taman Nasional Kerici Sebelat (TNKS) mendeklarasikan kaum muda jaga hutan yang diikuti Provinsi Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatra Selatan dan Jambi. Kegiatan tersebut dalam rangka Festival Kaum Muda Jaga Hutan di Kampung Durian, Datar Lebar, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah 24 Februari 2025 .
Bang Danial perwakilan Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Indonesia Festival Kaum muda ini adalah kegiatan puncak dari gerakan forest guardian di 4 (empat) Provinsi yakni Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatra Selatan dan Jambi yang telah melaksanakan pelbagai kegiatan seperti ivestigasi, audensi dengan pemangku kebijakan dan melakukan represasi di kawasan penyangga di kawasan TNKS.
“ini adalah kegiatan puncak dari gerakan Forest Guardian di kawasan TNKS selam 2 tahun terakhir ini”. Ujar Danial
Acara ini dihadiri puluhan pemuda/pemudi dari pelbagai provinsi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga kelestarian hutan di tengah ancaman deforestasi yang semakin meningkat khususnya kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang sebenarnya terancam akan dikeluarkannya dari warisan budaya UNESCO karena hasil investasi dilapangan terdapat banyak ilegal loging, perubahan kawasan hutan, dan perburuan liar.
“TNKS terancam dikeluarkan dari daftar warisan dunia UNESCO yang sebenarnya pemangku kebijakan di Indonesia tidak mengedepankan prinsip-prinsip konservasi dan tidak cukup tegas menindak pelanggaran hukum di kawasan TNKS hanya mementingkan pembangunan semata seperti proyek Gheotermal.” Kata Danial.
Selain itu, Danial membeberkan sedikit tentang deforestasi setiap tahun yang meningkat.
“Selama 20 tahun terakhir kecenderungan deforestasi meningkat sekitar 24% rata-ratanya 2.400 ribu hektar pertahun.” Tutup Danial.
Sedangkan, perwakilan Forest Guardian Imron dari Provinsi Jambi yang provinsi deforestasi tertinggi di kawasan TNKS.
“Terhitung dari tahun 2022 deforestasi di Provinsi Jambi kawasan TNKS mencapai 5.816 hektar terjadi pasca pandemi COVID-19 yang peruntukannya alih fungsi lahan dari hutan ke kebun.” Ujar Imron. (ririn)
