KABAWETAN Indokaya.com – Desa Sido Makmur Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang mulai mendirikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kopdes merah putih dibentuk melalui musyawarah desa (Musdes) melibatkan langsung puluhan masyarakat untuk menjadi pengurus dan anggota koperasi, Kopdes Sido Makmur menargetkan berbagai macam bidang usaha yang akan dijalankan setelah pendirian badan koperasi tersebut.
Kepala Desa Sido Makmur Kecamatan Kabawetan, Erdonal Vernando mengatakan Kopdes Merah Putih desanya sudah diterbentuk melalui musyawarah bersama Jum’at 23 Mei 2025 lalu. Dalam musyawarah yang diikuti sejumlah masyarakat dan disaksikan oleh perangkat desa, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang melalui OPD terkait serta jajaran Polsek Kabawetan.
Pengurus dan anggota Kopdes Merah Putih Sidomakmur menargetakan 11 unit usaha yang akan dijalankan Kopdes. Terdiri dari 10 gerai usahan dan 1 pengembangan objek wisata desa.
“Sudah berdiri, ada beberapa unit usaha yang akan dibangun oleh pengelola Kopdesa. Diantaranya ada gerai semboko dan klinik desa hingga pengembangan wisata desa yang ada di Desa Sidomakmur,” ungkap Erdonal Vernando.
Lebih lanjut ungkap Erdonal, musywarah juga menyepakati simpanan pokok RP 100 ribu perorang dan simpangan wajib Rp 10 ribu perorangnya. Selain itu didapati juga kesepakatan anggota Kopdesa jika modal pendirian koperasi sebesar RP 7.260.000, merupakan simpanan pokok Rp 3.300.000 akumulasi dari semua jumlah pendiri dan simpanan wajib RP 3.960.000 akumulasi dari semua jumlah pendiri.
Susunan Pengurus Koperasi Merah Putih
Desa Sidomakmur Kecmatan Kabawetan
Ketua : Risnayati
Bendahara : Ramadanil Fitrah
Sekretaris : Refkar Dona
Wakil Ketua
Bidang Anggota : Poninten
Wakik ketua
Bidang Usaha : Nunik
Jumlah anggota: 33
Daftar Unit Usaha
Koperasi Merah Putih
Desa Sidomakmur
1. Gerai Sembako
2. Gerai Klinik Desa
3. Gerai Kantor Koperasi
4. Gerai Unit Simpan Pinjam
5. Gerai Aktivitas Cld Storage
6. Gerai Logistik
7. Gerai Minimarket
8. Gerai Peternakan
9. Gerai Pertanian
10. Gerai Perkebunan
11. Pengembangan Desa Wisata
