
INDOKAYA KEPAHIANG – Momentum awal tahun baru 2026 membawa angin segar bagi dunia perhajian di Kabupaten Kepahiang. Sebanyak 44 Calon Jemaah Haji (CJH) asal daerah ini resmi masuk ke dalam daftar kuota cadangan keberangkatan menuju Tanah Suci Mekkah. Kabar ini menjadi harapan besar bagi puluhan jemaah yang selama ini berada di daftar tunggu. Meski berstatus cadangan, peluang mereka untuk berangkat tahun ini terbuka lebar.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenhaj) Kabupaten Kepahiang, Harlen Davis Munandar MAg mengonfirmasi bahwa saat ini sudah ada 10 CJH yang masuk daftar prioritas utama dan telah menyelesaikan verifikasi administrasi serta kesehatan.
“Iya benar, ada 44 CJH kita yang masuk daftar cadangan tahun 2026. Namun, kami imbau untuk tetap bersabar karena keberangkatan mereka bergantung pada ada tidaknya jemaah prioritas yang berhalangan,” ujar Harlen.
Harlen menjelaskan bahwa jika ada jemaah prioritas yang batal berangkat karena alasan kesehatan atau hal lainnya, maka posisi tersebut akan langsung diisi oleh jemaah dari daftar cadangan sesuai urutan.
44 CJH cadangan ini diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian prosedur yang sama dengan jemaah prioritas. Verifikasi Dokumen, Pemeriksaan berkas administrasi. Pemeriksaan Kesehatan meliputi Uji fisik untuk memastikan kesiapan ibadah di Tanah Suci.
“Hari ini mereka juga sudah mulai melakukan serangkaian tahapan tersebut. Jadi, ketika nanti ada panggilan mendadak dari pusat, jemaah kita sudah siap segalanya,” tambahnya.
Biaya Haji 2026 Lebih Murah selain peluang keberangkatan, Kakan Kemenhaj juga membawa kabar gembira mengenai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) terbaru, biaya haji tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Estimasi BPIH (Embarkasi Padang)2025 Rp51,7 Juta kemudian 2026 Rp 47,8 Juta Penurunan sebesar Rp 3,9 juta ini diharapkan dapat meringankan beban para jemaah dalam melakukan pelunasan.
Kemenhaj Kepahiang saat ini masih menunggu keputusan final dari Kementerian Haji dan Umrah pusat terkait potensi penambahan kuota resmi. Harlen optimis bahwa instruksi untuk mempersiapkan jemaah cadangan adalah sinyal positif bagi daerah.
“Mudah-mudahan seluruh jemaah, baik yang 10 orang prioritas maupun 44 orang cadangan ini, nantinya bisa terakomodir sepenuhnya untuk berangkat ke Tanah Suci tahun ini,” tutupnya.