INDOKAYA KEPAHIANG – Mengawali lembaran tahun baru 2026, cuaca ekstrem mulai menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang memicu bencana tanah longsor yang menghantam pemukiman warga di Kelurahan Padang Lekat, Kecamatan Kepahiang, pada Kamis malam (1/1/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.40 WIB tersebut menimpa kediaman milik Aji Nazar Adopi (40). Material tanah dari tebing yang berada tepat di belakang rumah korban mendadak runtuh akibat jenuhnya kondisi tanah setelah diguyur hujan terus-menerus selama beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang, Hendra ST, mengonfirmasi bahwa terjangan material longsor tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada struktur bangunan. Dinding bagian dapur rumah korban jebol seketika setelah tidak mampu menahan beban material tanah.
“Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, dinding yang hancur memiliki dimensi lebar sekitar 4 meter dengan tinggi 2,5 meter. Penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kepahiang dalam beberapa hari ini,” jelas Hendra.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan di awal tahun ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan mengingat kerusakan pada bagian belakang rumah hampir menyeluruh. Saat ini, tim BPBD bersama warga setempat telah melakukan langkah penanganan darurat di lokasi kejadian.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui BPBD juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di bawah lereng perbukitan dan pinggiran tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Fenomena hidrometeorologi diprediksi masih akan membayangi wilayah Bengkulu sepanjang bulan Januari. Warga diminta segera melapor ke pihak terkait jika melihat adanya rekahan tanah atau tanda-tanda awal pergerakan tanah di sekitar lingkungan mereka guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
