Scroll Untuk Lanjut Membaca

INDOKAYA BENGKULU Pasca difasilitasi oleh Ketua DPD RI, Sultan B. Najamuddin, beberapa waktu lalu, Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP., bergerak cepat menjemput berbagai program strategis di pemerintah pusat. Langkah konkret ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif yang dibangun Sultan melalui sambungan telepon sebelumnya.

Pada Senin (22/12/2025), Bupati Zurdi Nata menghadiri pertemuan krusial bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Bappenas, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII, serta sejumlah lembaga terkait.

Dalam forum tersebut, Bupati memaparkan sejumlah program prioritas daerah, terutama di sektor infrastruktur dasar. “Alhamdulillah, berkat fasilitasi Ketua DPD RI, kami diterima dengan baik oleh jajaran Kemenko Infrastruktur. Fokus utama yang kami paparkan meliputi perbaikan jalan, rehabilitasi jembatan, serta peningkatan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Kepahiang,” ungkap Bupati Zurdi Nata.

Untuk sektor jalan, Bupati mengusulkan perbaikan ruas jalan yang sempat viral, yakni jalan Damar Kencana, Batu Bandung, dan Renah Kurung, termasuk beberapa titik di kawasan Kabawetan. Selain itu, usulan juga mencakup perbaikan Jembatan Peda dan optimalisasi jaringan irigasi strategis yang menjadi urat nadi sektor pertanian masyarakat.

Zurdinata temui Mensos RI untuk bangun Kepahiang

Fokus pada Pengentasan Kemiskinan Keesokan harinya, Selasa (23/12/2025), Bupati melanjutkan agenda dengan menemui Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kepahiang mengajukan program Sekolah Rakyat (SR) yang kini telah masuk dalam daftar usulan nasional.

Meski masih ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, saya pastikan seluruh kelengkapan tersebut segera dituntaskan,” tegas Bupati Nata.

Selain Sekolah Rakyat, Pemkab Kepahiang juga mengusulkan program Rumah Sejahtera Terpadu bagi masyarakat kurang mampu, serta tambahan dukungan untuk program BPJS dan BPI. Respons kementerian dilaporkan sangat positif, dengan target realisasi pada tahun 2026.

Bupati menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki dampak jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan melalui konsep boarding school. Fasilitas yang diberikan pun sangat lengkap, mulai dari perlengkapan sekolah, konsumsi harian, hingga perangkat laptop untuk siswa.

Ini adalah investasi besar untuk masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat bukan sekadar pendidikan, melainkan solusi jangka panjang pengentasan kemiskinan,” tambahnya.

Tantangan Anggaran dan Apresiasi untuk DPD RI Menyadari keterbatasan APBD, Bupati menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat dan pendampingan legislatif adalah kunci utama terealisasinya pembangunan di Kepahiang. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sultan B. Najamuddin yang telah membuka akses langsung ke kementerian pusat.

Ke depan, Pemkab Kepahiang berharap dapat kembali mendapatkan fasilitasi serupa, termasuk koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait rencana pembangunan stadion daerah.

“Jika akses sudah difasilitasi, daerah tinggal bergerak cepat untuk mengeksekusinya. Harapannya, semua usulan ini bisa segera terlaksana demi kemajuan masyarakat Kepahiang,” pungkas Bupati Nata.

Print