Indokaya – Di hadapan 110 calon jamaah haji (CJH), Bupati Kabupaten Kepahiang, Zurdi Nata mengatakan akan memperjuangkan penambahan kuota haji di daerah tersebut. Hal itu dilakukan mengingat lamanya menunggu antrian pemberangkatan haji sejak mulai mendaftar, yaitu mencapai 25 tahun.
“Kami akan memperjuangkan tambahan kuota haji untuk kepahiang, karena saat ini masa tunggu haji sudah mencapai 25 tahun. Ini menjadi perhatian serius kami,” kata Bupati Kabupaten Kepahiang, Zurdi Nata saat membuka kegiatan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Kepahiang tahun 1446 H/2025 M di Aula Kemenag Kepahiang pada Kamis, 10 April 2025 yang diikuti CJH dari seluruh kecamatan.
Lamanya menunggu keberangkatan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji memang terbilang menunggu cukup lama, terutama haji reguler. Waktu keberangkatan haji ini di setiap daerah bervariasi, bahkan ada sampai menunggu 47 tahun.
Misal, jika calon jamaah haji mendaftar tahun 2024, maka estimasi keberangkatannya di tahun 2035 – 2071.
Dalam kesempatan membuka kegiatan bimbingan manasik haji itu, Zurdi Nata juga mengingatkan kepada seluruh CJH untuk menjaga kesehatan terutama selama masa persiapan dan pelaksanaan ibadah haji nanti.
“Kami berharap seluruh calon jemaah dapat menjaga kesehatan agar bisa berangkat dan pulang dengan selamat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kepahiang, Imam Ghozali, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik bagi para calon jamaah.
“Persiapkan mental dan fisik. Serahkan semua urusan kepada Allah dan fokuskan niat hanya untuk beribadah,” ucap Kakan Kemenag.
Ia juga menjelaskan bahwa para CJH akan mengikuti total 10 kali bimbingan manasik haji, terdiri dari dua kali di Kantor Kemenag dan delapan kali di kecamatan masing-masing.
“Ikuti kegiatan ini sebaik mungkin. Gunakan juga gawai yang dimiliki untuk menambah wawasan terkait ibadah haji,” imbaunya.
Sementara itu, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kepahiang, Herlen Devis Munandar, menjelaskan bahwa bimbingan manasik haji ini bertujuan memberikan informasi terbaru kepada jamaah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyampaikan regulasi terbaru dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi, serta membekali jamaah dengan pengetahuan, pengalaman, dan praktik dasar mengenai ibadah haji,” jelas Devis.
Kegiatan bimbingan manasik haji ini menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan para calon jamaah haji agar dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, tertib, dan sesuai syariat. (**)
